BogorInNews – B2 Unleashed menyisakan kenangan manis bagi Edzard Chalaf Shankara (7) dan ayahnya Dendi Irfansyah (33) yang sama-sama memboyong mendali emas dalam perhelatan olah raga kickboxing di Nako Arena Tajur, Kecamatan Bogor Timur pada Sabtu (31/10/2026).
Ibu Edzard, Fatrina menuturkan, disaat usia yang baru menginjak 7 tahun, Edzard sudah menunjukkan keberanian dan semangat juang di arena kickboxing. Setelah mencatatkan tiga kemenangan berturut-turut dalam perjalanan kompetisinya, kali ini menorehkan cerita istimewa menjadi juara. Edzard berbarengan bertanding bersama sang ayah Dendi Irfansyah yang baru menjalani debut di usia 33 tahun.
“Keduanya pulang membawa medali emas. Usianya baru 7 tahun, tetapi semangat juangnya sudah membawanya melewati berbagai tantangan di arena pertandingan. Edzard berasal dari Kota Bekasi dan bersekolah di SDIT Nur Hikmah Kota Bekasi. Edzard berlatih di Triad Fight Camp,” ungkap Fatrina kepada wartawan pada Senin (2/11/2026).
Fatrina menuturkan, bukan sekadar berlatih dan menguasai teknik, Edzard setelah B2 Unleashed ini mulai belajar banyak hal dari setiap pertandingan. Tentang keberanian menghadapi lawan, kedisiplinan menjalani latihan, mengendalikan rasa gugup, hingga menerima bahwa setiap pertandingan selalu memiliki tantangannya sendiri.
“Sebuah pencapaian yang membanggakan untuk anak seusianya. Namun, ada cerita yang membuat pertandingan kali ini terasa jauh lebih istimewa. Untuk pertama kalinya, sang ayah juga turun langsung ke arena dan bertanding,” tuturnya.
Fatrina menjelaskan, kisah Edzard dan ayahnya mengingatkan bahwa prestasi besar tidak selalu dimulai dari usia dewasa dan keberanian tidak mengenal batas usia. Seorang anak berusia 7 tahun sedang belajar menjadi petarung yang tangguh, sementara seorang ayah berusia 33 tahun sedang belajar menjadi atlet.
“Mereka mungkin memiliki usia, pengalaman, dan perjalanan yang berbeda. Namun, hari itu mereka berdiri di arena yang sama, membawa semangat yang sama, dan pulang dengan kebanggaan yang sama. Bagi anak saya bukan hanya tentang memenangkan pertandingan, tapi memiliki seorang ayah yang tidak hanya mengajarkan arti perjuangan, tetapi juga bersedia berjuang bersamanya,” jelasnya.
Sementara itu ayah Edzard, Dendi Irfansyah menjelaskan, alasan dirinya ikut bertarung cukup sederhana, tetapi bermakna besar yaitu ingin memiliki kenangan yang bisa diceritakan bersama anaknya kelak. Dirinya tidak ingin hanya menjadi sosok yang berdiri di pinggir arena, memberikan dukungan dan menyaksikan perjuangan Edzard. Tetapi ingin merasakan sendiri bagaimana rasanya berjuang di arena yang sama.
“Saya ingin anak saya punya kenangan bahwa suatu hari, ayah bukan hanya datang untuk menonton dan mendukung dari pinggir arena, tetapi juga pernah berdiri dan berjuang di arena yang sama,” jelasnya.
Dendi memaparkan, persiapan pertandingan bersama anaknya, sama-sama menjalani proses latihan, menghadapi rasa lelah dan membangun mental untuk menghadapi pertandingan. Mungkin bagi Edzard, kehadiran dirinya sebagai sesama peserta menjadi pengalaman yang berbeda. Sosok yang selama ini memberikan dukungan kini juga menunjukkan secara langsung arti keberanian dan perjuangan.
“Saya diusia 33 tahun menjalani pertandingan pertama, tidak ada pengalaman kompetisi sebelumnya yang bisa menjadi pegangan. Semua harus dihadapi dengan keberanian dan hasil dari proses latihan yang telah dijalani. Keputusan untuk ikut bertanding bukan semata-mata tentang membuktikan kemampuan diri atau mengejar medali, tapi saya ingin menciptakan sebuah memori indah bersama anak,” paparnya.
Dendi menerangkan, hasil akhirnya menjadi cerita yang akan selalu dikenang, keduanya meraih medali emas. Pencapaian Edzard bukan hanya tentang jumlah kemenangan atau medali yang berhasil dikumpulkan. Di usianya yang masih sangat muda, sedang membangun fondasi karakter yang akan berguna jauh melampaui dunia olahraga.
“Saya memberikan pelajaran yang tidak kalah berharga. Bahwa tidak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu yang baru. Usia 33 tahun bukan menjadi alasan untuk mundur, justru menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa seseorang masih bisa belajar, berkembang dan menghadapi tantangan baru,” terangnya.(REK)



















