BogorInNews – Usaha fesyen muslim Azane asal Kota Bogor mencatat peningkatan penjualan hingga tiga kali lipat dibandingkan hari biasa dan bahkan bisa tembus pasar internasional. Rahasianya usaha yang dirintis Ajeng Azane, mantan pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memiliki pengalaman di bidang komunikasi pemasaran ini ternyata memanfaatkan program Shopee.
Diketahui Azane mengembangkan produk fesyen muslim, mulai dari hijab, khimar, abaya, hingga gamis syar’i. Beroperasi dengan skala industri rumahan di Bogor, Jawa Barat, usaha ini memiliki kapasitas produksi hingga 1.000 produk per bulan dan didukung oleh empat karyawan.
Ajeng menuturkan, dalam mengembangkan bisnisnya, Azane memanfaatkan berbagai program dan fitur di Shopee untuk menjangkau konsumen serta meningkatkan penjualan. Pemanfaatan kanal perdagangan digital tersebut juga menjadi bagian dari strategi pengembangan pasar produk fesyen muslim.
“Penjualan Azane Meningkat saat Kampanye Shopee Berdasarkan data perusahaan, penjualan Azane selama kampanye Big Ramadan Sale meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan hari biasa. Sementara itu, pada kampanye Tanggal Kembar dan Gajian Sale, penjualannya meningkat hingga 30 persen dibandingkan periode normal,” ungkap Ajeng kepada wartawan pada Rabu (21/10/2026).
Ajeng memaparkan, untuk mendukung kegiatan pemasaran, Azane memanfaatkan sejumlah fitur dan program Shopee, antara lain Iklan Shopee, Voucher Diskon Toko, Gratis Ongkir XTRA, Shopee Live, Affiliate Marketing Solution, serta kampanye bulanan. Berbagai fitur tersebut digunakan untuk mendukung promosi produk dan memperluas jangkauan konsumen.
“Namun, besaran peningkatan penjualan yang dicatat merupakan data yang disampaikan dalam lembar fakta perusahaan dan tidak disertai rincian nilai transaksi atau metode pengukuran lebih lanjut,” terangnya.
Ajeng menjelaskan, Azane didirikan oleh dirinya pada 2024. Berbekal pengalaman di bidang komunikasi pemasaran, Ajeng mengembangkan usaha yang berfokus pada produk fesyen muslim. Pada tahap awal, Azane berfokus pada penjualan hijab sebelum memperluas katalog produknya ke kategori lain, seperti khimar dan abaya. Katalog produknya juga mencakup gamis syar’i.
“Pengembangan variasi produk tersebut menjadi bagian dari upaya Azane memenuhi kebutuhan konsumen di pasar fesyen muslim. Dengan kapasitas produksi hingga 1.000 produk per bulan dan dukungan empat karyawan, Azane menjalankan kegiatan usahanya dalam skala industri rumahan di Kota Bogor,” jelasnya.
Ajeng memaparkan, selain mengembangkan penjualan di pasar domestik, Azane juga telah berhasil mengekspor produknya melalui Program Ekspor Shopee FLEXI. Pencapaian tersebut membuka peluang bagi produk fesyen muslim yang diproduksi di Indonesia untuk menjangkau konsumen di pasar luar negeri. Meski demikian, lembar fakta yang tersedia tidak merinci negara tujuan ekspor, nilai transaksi, ataupun volume produk yang telah dikirim.
“Bagi usaha berskala industri rumahan, pengembangan pasar melalui kanal digital dapat menjadi salah satu cara untuk memperluas jangkauan konsumen. Keberlanjutan pertumbuhan bisnis tetap bergantung pada kemampuan usaha menjaga kualitas produk, mengelola produksi, serta menyesuaikan strategi pemasaran dengan kebutuhan pasar,” paparnya.
Ajeng menilai peluang pasar di Shopee tetap menjanjikan, meskipun meskipun berjualan di marketplace seperti Shopee tentu memiliki biaya dan potongan yang perlu diperhitungkan, peluang pasar yang tersedia tetap sepadan.
“Shopee memiliki pasar fesyen muslim yang besar dan matang, sehingga kami bisa menjangkau pelanggan sesuai dengan target pasar. Shopee memberikan kontribusi dominan terhadap keseluruhan kanal penjualan Azane,” tambah Ajeng.
Ajeng berpendapat, pemanfaatan lokapasar bukan sekadar sarana berjualan, melainkan juga upaya mengoptimalkan peluang pasar untuk mengembangkan bisnis. Pengalaman Azane memperlihatkan bagaimana usaha fesyen muslim berskala industri rumahan memanfaatkan pemasaran digital, kampanye promosi dan program ekspor untuk mengembangkan jangkauan pasar.
“Ke depan, konsistensi dalam menjaga kualitas produk, mengelola kapasitas produksi, dan memanfaatkan peluang pasar menjadi faktor penting bagi keberlanjutan pertumbuhan usaha,” pungkasnya.(REK)
