Bogor RayaKota Bogor

Malahayati Nusantara Raya Siap Dampingi Korban Pinjol dan Judol, Berikan Edukasi juga Sosialisasi

BogorInNews – PT. Malahayati Nusantara Raya atau Malahayati Consultants Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bogor menggelar kegiatan sosialisasi sekaligus Seminar New Mentality Health (NMT) bagi masyarakat Kota Bogor pada Minggu (11/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Jalan Pengadilan, seberang Pengadilan Negeri Bogor, Kelurahan Pabaton, Kecamatan Bogor Tengah ini bertujuan memberikan literasi sekaligus pendampingan bagi masyarakat yang terjerat pinjaman online (pinjol) dan judi online (judol).

Kegiatan kali ini bertemakan ‘Literasi dan Edukasi Dampak Negatif Pinjol, Pemahaman Hukum Perdata, Pidana dan Ketenagakerjaan Serta Training Pemulihan Mental’. Kegiatan ini menegaskan bahwa persoalan pinjol tidak sekadar soal utang, melainkan berdampak luas terhadap kondisi mental, hubungan sosial, hukum hingga pekerjaan seseorang.

Kepala Departemen Produk dan Layanan Malahayati Consultants, Maulana Akbar menuturkan, seminar NMT diselenggarakan untuk membangun pemahaman masyarakat agar tidak awam dan tidak berlebihan takut terhadap risiko yang dihadapi. Tujuannya untuk membangun atau meningkatkan pemahaman masyarakat agar tidak takut dan tidak awam lagi terhadap risiko-risiko yang mereka hadapi akibat Pinjol maupun Judol.

“Lebih dari sekadar sosialisasi, Malahayati Consultant juga memberikan pendampingan teknis ketika masyarakat mengalami tekanan penagihan, baik saat petugas datang ke rumah maupun ke tempat kerja,” ungkap Maulana.

Maulana menerangkan, tekanan utang dan dampak mental dalam seminar ini, peserta mendapatkan pemahaman mengenai dampak tekanan utang terhadap kondisi psikologis, mulai dari stres, kecemasan, penyesalan, depresi, hingga keputusasaan. Peserta juga diperkenalkan pada konsep siklus respons emosional atau grief cycle, yaitu penyangkalan, kemarahan, tawar-menawar, depresi, dan penerimaan.

“Dua pendekatan diperkenalkan kepada peserta pendekatan berfokus pada emosi untuk mengelola tekanan perasaan, serta pendekatan berfokus pada masalah untuk menyusun langkah penyelesaian yang nyata,” terangnya.

Maulana menjelaskan, peserta juga dibekali cara menghadapi penagihan dari petugas kantor maupun lapangan, serta memahami batas antara kewajiban melunasi utang dengan praktik penagihan yang melanggar hukum, seperti pemerasan, pengancaman, penyebaran data pribadi dan pencemaran nama baik. Jangan Ganti Satu Masalah dengan Masalah Lain. Bahwa pendampingan yang dilakukan bertujuan agar masyarakat tidak mengambil keputusan yang justru memperburuk keadaan saat menghadapi persoalan gagal bayar.

“Kami berharap masyarakat tidak takut. Kami ingin memastikan mereka tidak mengganti masalah gagal bayar dengan persoalan lain yang lebih berat, seperti bunuh diri, mengorbankan keluarga, hingga perceraian,” jelas Maulana.

Maulana membeberkan, hingga saat ini, total klien yang telah didampingi Malahayati Consultant berjumlah sekitar 100.000 orang yang tersebar di berbagai kantor cabang, antara lain Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Bekasi, Sukabumi, Bogor, Serang, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya dan Probolinggo. Antusiasme Tinggi di Bogor.

Sementara itu, Kepala KCP Bogor, Harry Sudrajat menjelaskan, antusiasme masyarakat Bogor cukup besar dalam kurun waktu sekitar lima bulan beroperasi, pihaknya telah mendampingi lebih dari 300 klien. Bagi masyarakat Bogor yang sudah memiliki permasalahan dengan pinjol, tidak perlu khawatir.

“Kami hadir untuk mendampingi masyarakat. Kami mengimbau masyarakat yang belum terjerat pinjol untuk mempertimbangkan risikonya dengan matang. Pinjaman online lebih banyak mudaratnya dibandingkan manfaatnya,” terang pria yang akrab disapa Bang Jho.

Bang Jho menjelaskan, melalui kegiatan ini, Malahayati Consultant berharap masyarakat dapat memahami kondisi yang dihadapi, mengelola tekanan emosional, serta menentukan langkah penyelesaian masalah secara lebih terarah.(NDI)

Exit mobile version