Bogor RayaKabupaten BogorKota Bogor

The Dusty Rusty Luncurkan Mini Album Platipus, Tawarkan Nostalgia Retro-Pop

BogorInNews – Band retro-pop asal Bogor, The Dusty Rusty, membuka babak baru perjalanan musiknya melalui perilisan mini album bertajuk Platipus pada Sabtu (25/7/2026) lalu. Setelah sebelumnya hanya merilis beberapa single lepas, karya tersebut menjadi penanda eksistensi baru bagi kwartet yang beranggotakan Denrobay (vokal gitar), Kuray (gitar), Cupla (bass), dan Russel (drums) di tengah geliat sirkuit musik lokal.

Menyajikan lima nomor yang lekat pengaruh musik pop era 1950-1960an, band yang mengambil namanya dari film animasi Cars ini mencoba untuk menghadirkan suguhan musik yang tetap terasa relevan dengan pelbagai singgahan spektrum penulisan lirik khas anak muda yang terasa lugas, tanpa banyak permainan kata.

“Ya, kami berusaha merangkum berbagai fase percintaan mulai dari ekspektasi, kegelisahan hingga proses pendewasaan dari sudut pandang seorang laki-laki muda tanpa harus berjarak dengan identitas musik yang membentuk kami,” ungkap Cupla pada Sabtu (22/8/2026).

Cupla memaparkan, dari sisi musikal, The Dusty Rusty menggabungkan musik pop retro, rock ‘n’ roll, hingga rockabilly era 1950an dengan pendekatan modern. Pengaruh dari album-album awal The Beatles, seperti Please Please Me dan A Hard Day s Night, turut pula membentuk warna musikal yang mereka usung di mini album Platipus.

“Biasanya penulisan musik kami lakukan melalui tahap jamming, setelah dirasa cukup utuh, baru kami rampungkan saat proses rekaman di studio,” tuturnya.

Sementara Robay memaparkan, menggandeng Shena Ariyandi sebagai produser, blue print dari beberapa materi di Platipus sendiri telah ditulis sejak 2025 dan terselesaikan sepanjang kwartal pertama 2026 di 13 Nadi Musik dengan bantuan Boy Mulyadi di balik piranti rekaman.

“Proses rekaman Platipus cukup menguras tenaga, karena tiap personal punya kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan, terlebih kami cukup sering melakukan improvisasi dan mengubah materi yang sebenarnya sudah final di tahap workshop,” tutur Robay.

Ketika ditanya lebih jauh mengenai konsep musikal Platipus, Robay menjelaskan bahwa tidak ada pendekatan spefisik yang dilakukan oleh The Dusty Rusty demi menjaring pendengar baru, mereka tetap teguh mengemas materi dengan konsep musik yang mudah dicerna.

Ditempat yang sama, Murah menerangkan, didengarkan secara berurutan, kelima track di Platipus membentuk satu narasi utuh tentang perjalanan emosi seorang laki-laki muda-mulai dari cinta yang tak terbalas, memori tentang sebuah tempat, kritik terhadap relasi yang tidak sehat, hingga pengalaman memasuki fase coming of age.

“Selayak mamalia semiakuatik Platipus yang memiliki beragam keunikan pada kesatuan tubuhnya. Kami tidak berusaha mengejar tren, yang kami tawarkan adalah identitas The Dusty Rusty yang otentik dan lahir dari kecintaan kami terhadap musik lawas yang terus digali dengan cara kami,” tutur Kuray menambahkan.

Russle membeberkan, bagi The Dusty Rusty, Platipus serupa deklarasi, bahwa musik retro-pop masih dapat terdengar segar ketika dipadankan dengan pendekatan modern yang jujur.

“Platipus merupakan bentuk eksplorasi yang berani dari kami sebagai satu kesatuan di The Dusty Rusty, keberanian menjadi diri sendiri, serta simbol bahwa tidak semua hal harus sesuai dengan ekspektasi orang lain,” pungkas Russel.

Platipus bukanlah garis akhir, ini merupakan titik awal dari perjalanan panjang The Dusty Rusty yang terus tumbuh bersama pendengarnya. Sebagai langkah lanjutan, grup band yang terbentuk di Gunung Putri ini tengah mempersiapkan showcase peluncuran Platipus yang akan diselenggarakan pada bulan Agustus mendatang serta gelaran tur yang dijadwalkan menyambangi sejumlah kota di Pulau Jawa.(REK)

Exit mobile version