Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Bogor RayaKota Bogor

Pemkot Tata Alun-alun Empang dengan Tema Kampung Arab

×

Pemkot Tata Alun-alun Empang dengan Tema Kampung Arab

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BogorInNews – Pemkot Bogor mulai melakukan penataan kawasan Alun-alun Empang setelah Kementerian Agama menetapkan nadzir tanah wakaf Alun-alun Empang. Informasi yang dihimpun, kawasan tersebut akan ditata menjadi ruang publik yang dilengkapi area parkir, ruang terbuka hijau, pedestrian, hingga kawasan kuliner dan UMKM.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan, penataan ini merupakan langkah untuk mengembalikan fungsi Alun-alun Empang sebagai ruang publik sekaligus menjaga kawasan bersejarah yang dulunya menjadi pusat pemerintahan pada masa kolonial.

Example 300x600

“Alhamdulillah setelah Kementerian Agama memutuskan nadzir resmi tanah wakaf alun-alun Empang, akhirnya kami bisa memulai langkah penataan bersama. Ini kawasan yang memiliki nilai sejarah tinggi. Sekarang ada kesempatan untuk kami tata bersama karena nadzir juga memiliki keinginan yang sama,” ungkap Dedie usai meninjau alun-alun Empang pada Minggu (28/6/2026) sore.

Dedie menjelaskan, penataan akan dilakukan pada lahan seluas hampir 3.000 meter persegi, akan dibagi menjadi area pedestrian, taman, ruang parkir, serta lokasi bagi pedagang agar lebih tertata dan nyaman.

“Ini mengembalikan fungsi alun-alun. Tentu kebutuhan sekarang seperti parkir, kuliner, dan UMKM akan kami akomodasi, tetapi semuanya harus lebih tertata dan lebih tertib,” jelasnya.

Dedie menegaskan, pihaknya juga akan mengatur parkir dan mempertahankan nilai sejarah Masjid Agung At-Tohariyah yang telah berdiri sejak abad ke-19.

“Yang pasti nanti ada penataan parkir. Masa kawasan Masjid Agung yang punya nilai sejarah tinggi kondisinya kumuh. Warga, nadzir, dan ahli waris semuanya sudah setuju. Ini kesempatan yang harus kita manfaatkan untuk menata kawasan menjadi lebih baik,” terangnya.

Dedie memaparkan, penataan Alun-alun Empang akan dilakukan secara bertahap dan ditargetkan berlangsung hingga akhir tahun depan. Saat ini proses awal berupa pengerukan lahan telah dimulai, sementara pembiayaan dilakukan secara bertahap melalui berbagai skema anggaran.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor, Chusnul Rozaqi memaparkan, penataan kawasan Empang sebenarnya telah lama direncanakan, namun baru bisa direalisasikan setelah adanya penetapan ndazir baru. Nadzir yang baru menyerahkan pengelolaan kawasan ini kepada Pemkot Bogor untuk ditata secara menyeluruh. Ini rencana yang sudah lama ditunggu masyarakat, namun sebelumnya terkendala status pengelolaan lahan.

“Tahap awal penataan akan diawali dengan penetapan batas lahan bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN), pendataan pedagang dan kebutuhan parkir, sebelum menyusun desain kawasan secara komprehensif. Kami akan mendesain secara menyeluruh, mulai dari taman, area parkir, pedestrian, hingga penataan pedagang. Pedagang yang sudah menjadi legenda di kawasan Empang juga akan tetap kita akomodasi,” paparnya.

Chusnul menjelaskan, konsep penataan akan mengusung karakter Kampung Arab yang dipadukan dengan ruang terbuka hijau. Selain memperbaiki fasilitas publik, pemerintah juga akan membenahi drainase, merapikan pepohonan, serta membangun jalur pedestrian yang dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai ruang berjalan kaki maupun jogging track.

“Temanya adalah Kampung Arab yang dipadukan dengan ruang terbuka hijau. Drainase akan kita perbaiki, pohon-pohon kita rapikan, dan pedestrian akan ditata agar kawasan Empang menjadi lebih nyaman dan tertata,” pungkasnya.(NDI)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *