Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Bogor RayaJabarKota Bogor

Dewan Temukan Ceceran Tanah, Minta Pemkot Tegur Kontraktor Trase Baru Batutulis

×

Dewan Temukan Ceceran Tanah, Minta Pemkot Tegur Kontraktor Trase Baru Batutulis

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BogorInNews – Anggota DPRD Kota Bogor Dapil II Bogor Selatan, Edi Kholki Zaelani menyoroti kondisi jalan Batutulis yang kotor akibat aktivitas proyek pembangunan trase baru jalan Batutulis, Kelurahan Lawanggintung, Kecamatan Bogor Selatan. Sebagai Wakil rakyat dirinya meminta Pemkot Bogor untuk memperkuat koordinasi dengan pihak ketiga selaku pelaksana proyek agar dampak negatif aktivitas pembangunan terhadap masyarakat dapat diminimalisir.

“Ya, tentunya pengawasan terhadap kontraktor harus dilakukan secara konsisten, terutama terkait operasional kendaraan pengangkut material,” ungkap Edi kepada wartawan pada Senin (13/7/2026).

Example 300x600

Edi melanjutkan, dari laporan masyarakat juga pantauan langsung di lapangan, truk-truk tersebut kerap meninggalkan ceceran tanah di badan jalan yang berpotensi membahayakan para pengguna jalan.

“Tugas saya hanya mengingatkan Pemkot Bogor agar terus berkoordinasi dengan pihak ketiga terkait kegiatan tersebut agar kontraktor membersihkan truk pengangkut tanah yang mengakibatkan jalan menjadi kotor,” jelas Edi.

Sebelumnya, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim meminta kontraktor pembangunan tras Batutulis PT Promix Prima Karya dan kontraktor proyek di Kota Bogor untuk menerapkan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), jangan sampai membahayakan pekerjaan apalagi masyarakat sekitar proyek.

Pantauan di lapangan, sekitar proyek trase baru Batutulis masih banyak ceceran tanah, padahal kontraktor pembangunan mengaku sudah melakukan pembersihan dan penyemprotan dengan air dari pintu masuk proyek hingga museum Pajajaran atau Bale Ageung.

Jalan masih terlihat banyak ceceran tanah dan setelah disemproy, jakan menjadi basah. Kondisi tersebut dikhawatirkan bisa membahayakan kendaraan roda dua.

“Nanti saya tegur kontraktor yang tidak menerapkan K3. Saya saja ke proyek mencontohkan menggunakan helm dan rompi ya. Masa mereka tidak menerapkan K3,” tegas Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim pada Minggu (12/7/2026).

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin menyoroti bekas tanah yang sempat menjadi perbincangan karena masih berserakan di badan jalan. Kepada para pekerja agar tetap memperhatikan sisa tanah hasil angkutan dari proyek menuju lokasi pembuangan. Sesuai standar operasional prosedur (SOP), area tersebut dibersihkan setiap sore. Menurut kontraktor, hal itu dilakukan karena apabila pembersihan dilakukan secara berkala pada siang hari, dikhawatirkan akan menimbulkan kemacetan yang cukup padat. Selain itu, genangan air juga dapat mengganggu arus lalu lintas.

“Oleh karena itu, pembersihan dilakukan setiap sore oleh para petugas yang ditunjuk pihak kontraktor. Setiap sore area disemprot menggunakan alat steam kendaraan. Sudah kami pastikan bahwa proses tersebut terus dilakukan sesuai dengan SOP,” terangnya.

Saat dikonfirmasi, Perwakilan PT Promix Prima Karya, Dudung Agus memgaku, setiap kendaraan yang keluar dari lokasi proyek pihaknya melakukan pembersihan. Pihaknya juga melakukan penyemprotan rutin satu hari tiga.

“Kami semepot pagi, siang, sama menjelang magrib pak,” ungkap Dudung pada Minggu (12/7/2026).

Dudung melanjutkan, pembersihan dengan sapu juga dilakukan.

“Dengat alat sapu di ikutu alat siram steam mobil. Nanti alat semprot nya saya foto kan,” pungkasnya.(REK)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *